TKI di Yordania Dikurung Hingga Lupa Bahasa Indonesia Dipulangkan

0
74
TKI di Yordania Dikurung Hingga Lupa Bahasa Indonesia Dipulangkan
TKI di Yordania Dikurung Hingga Lupa Bahasa Indonesia Dipulangkan

Indolah.com – TKI di Yordania Dikurung Hingga Lupa Bahasa Indonesia Dipulangkan, Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI), Diah Anggraini (36) asal Malang, Jawa Timur berhasil dipulangkan sesudah kabur dari majikannya di Ibu Kota Amman, Yordania. Ia dikurung serta tidak digaji selama 12 tahun, hingga sudah sempat kesulitan berbahasa Indonesia saat diselamatkan.

Atase Ketenagakerjaan KBRI Amman, Suseno Hadi, menjelaskan selama 12 tahun itu sang majikan pun melarang Diah berkomunikasi dengan keluarganya di Indonesia. Diah kabur dari majikannya sekitar pertengahan Oktober 2018 kemarin.

Menurut Suseno, Diah berhasil kabur waktu majikannya pergi serta pintu tempat tinggalnya tidak terkunci. Pertama kalinya datang ke KBRI, Suseno menjelaskan Diah bahkan juga sudah terbata-bata saat menuturkan dalam bahasa Indonesia.

“Begitu dapat keluar rumah, (Diah) mencari taksi serta meminta tolong diantar ke KBRI. Saat hadir pertama-tama (ke KBRI) Diah tidak dapat berbahasa Indonesia, bahkan juga telah tidak paham dimana keluarganya,” kata Suseno pada Selasa (19/2).

Suseno menuturkan Diah langsung diperiksa serta ditampung di KBRI. Ia pun menjelaskan KBRI langsung bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta untuk mencari kontak keluarga Diah.

“Kami pun coba hubungi majikan. Pertama, tidak diangkat. Kedua kali mengontak pun majikan tidak mengakui. Setelah kami ancam jika kasusnya akan diangkat ke pengadilan, baru majikan Diah mau datang,” tuturnya.

Suseno menjelaskan Diah telah pindah majikan sebanyak dua kali. Majikan pertama Diah, tuturnya telah meninggal. Diah lalu dipekerjakan untuk menantu mendiang majikannya itu tanpa proses yang resmi.

Baca Juga : Nasib Ahmad Dhani di Kasus Idiot Ditentukan Hari Ini di PN Surabaya

Suseno menjelaskan walau tidak terima kekerasan atau penganiayaan, Diah tidak pernah mendapatkan gaji selama 12 tahun kerja pada kedua majikan itu. Diah pun tidak diizinkan menelepon keluarga serta pulang ke kampung halaman.

“Selama 12 tahun memang tidak ada tanda-tanda Diah terima uang. Saat kabur ke KBRI juga ia tidak membawa apa-apa terkecuali baju yang dipakainya saja,” kata Suseno.

Seno menjelaskan waktu itu Diah tidak langsung dipulangkan sebab KBRI masih tetap memperjuangkan gajinya yang belumlah dibayar oleh majikan. Ia menuturkan selain itu Diah tinggal di penampungan serta mendapatkan pelatihan ketrampilan sekalian menanti proses pemulangannya selama empat bulan.

“Alhamdulilah semenjak tinggal di shelter kira-kira empat bulanan semua kembali pulih. Diah mulai biasa berkomunikasi dalam bahasa Indonesia sebab hampir sehari-hari berkomunikasi dengan keluarga,” tutur Suseno.

Diluar itu, Suseno menjelaskan KBRI sempat juga menyebut majikan Diah dan minta pertanggungjawaban. Lewat proses mediasi, tuturnya, majikan bersedia membayar gaji Diah sebesar US$9000 atau Rp126 juta.

Sang majikan pun bersedia membayar tiket pulangnya Diah ke Tanah Air. Suseno menjelaskan didampingi staf KBRI Amman, Diah bersama dengan empat orang kawannya pun dikabarkan tiba di Malang siang ini.

“Mudah-mudahan masalah Diah bisa jadi pelajaran buat WNI yang lain yang ingin kerja di luar negeri untuk lebih waspada serta tetap menjalin kontak dengan perwakilan RI di luar negeri,” kata Suseno.

(Visited 22 times, 1 visits today)