TKW Indramayu yang Hilang 13 Tahun di Yordania Akhirnya Dipulangkan

0
26
TKW Indramayu yang Hilang 13 Tahun di Yordania Akhirnya Dipulangkan
TKW Indramayu yang Hilang 13 Tahun di Yordania Akhirnya Dipulangkan

Indolah.com – TKW Indramayu yang Hilang 13 Tahun di Yordania Akhirnya Dipulangkan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Amman, Yordania, pada akhirnya memulangkan seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia, DT (30), yang dilaporkan keluarganya pada Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu RI) karena hilang selama 13 tahun.

DT tiba di Jakarta, Sabtu (11/6). Setibanya di Jakarta, DT ditangani Kemlu RI untuk didalami kasusnya sebelum dipulangkan ke kampung halamannya di Indramayu.

Semenjak di terima aduannya dari Kemlu pada awal 2018, KBRI Amman lakukan usaha penelusuran dengan beberapa langkah. Tidak hanya lewat simpul-simpul warga Indonesia yang berada di Yordania, dalam penelusuran DT KBRI juga menyertakan pengacara KBRI Amman.

“Jujur saja rasa-rasanya seperti terima pekerjaan mission impossible, karena mencari seorang diluar negeri hampir tanpa data apa pun yang bisa jadikan referensi. Tetapi karena perasaan kepedulian dan keberpihakan, semua Team Perlindungan WNI KBRI Amman berusaha keras mencari tahu kehadiran DT tanpa kenal lelah,” tutur Andy Rachmianto, Duta Besar RI untuk Kerajaan Yordania, pertama kalinya terima instruksi penelusuran dari Kemlu.

Baca Juga : Plastik Kresek Berwarna Dilarang untuk Bungkus Daging Kurban

Pada seputar bulan April 2018, jejak kehadiran DT pada akhirnya tercium. Akan tetapi, usaha mengontak serta ambil DT dari majikannya merupakan perjuangan yang tidak kalah beratnya.

Dalam kasus-kasus sama majikan tetap berupaya menahan komunikasi TKW-nya dengan KBRI. Akan tetapi dengan pertolongan Anti Human Trafficking Unit (AHTU) Yordania, KBRI sukses ambil paksa DT dari majikannya.

Waktu diketemukan, DT dalam kondisi sehat akan tetapi benar-benar tidak dapat lagi berkomunikasi dalam Bhs Indonesia.

“Ambil dari majikannya merupakan satu hal. Tetapi pastikan semua haknya dipenuhi sebelum dipulangkan merupakan hal-hal lain yang tidak kalah pentingnya. Kedatangan kami dalam membantu DT mesti selesai,” kata Dubes Andy.

Sambil menanti pemenuhan hak-haknya, saat di penampungan (Griya Berkunjung) KBRI Amman DT berpeluang belajar kembali memakai Bhs Indonesia serta lakukan penyesuaian-penyesuaian yang lain sebelum pulang. DT juga berpeluang berperan serta dalam beberapa lomba dalam rencana peringatan HUT RI.

“Rasa-rasanya saya tidak pernah kembali pada Indonesia serta berjumpa kembali dengan keluargaku. Saya telah pasrah serta tidak paham mesti melakukan perbuatan apakah. Terima kasih KBRI telah mengubah hidup saya,” kata DT penuh keharuan, Sabtu (11/8).

DT pergi ke Yordania pada 2005, waktu usianya belum juga genap 17 tahun. DT diambil oleh sponsor/calo tetangga desanya berisial JI. DT diberangkatkan ke Yordania oleh dua buah perusahaan peletakan yang berkantor di Jakarta Timur memakai visa turis.

Semenjak datang di Yordania, agen yang terima DT mempekerjakan DT pada majikan yang berganti-ganti, belum pernah dilaporkan ke KBRI, belum pernah diperpanjang paspornya, tidak dibuatkan ijin tinggal serta belum pernah dikasihkan peluang komunikasi dengan keluarga. DT bahkan juga sekarang ini terlantar karena agen Yordania yang mendatangkannya dari Indonesia telah ditutup.

“Kami mengharap aparat penegak hukum di tanah air bisa memahami masalah ini serta menghukum mereka yang ikut serta. Kita tidak mau ada DT-DT selanjutnya sebagai korban lagi,” berharap Dubes Andy.

Menurut Direktur Perlindungan WNI serta BHI, Lantas Muhammad Iqbal Songell, setiap bulannya Kementerian Luar Negeri rata-rata terima sembilan pengaduan WNI yang hilang diluar negeri.

(Visited 6 times, 1 visits today)