TNI-Polri Amankan Lokasi Penembakan 31 Pekerja di Trans Papua

0
32
TNI-Polri Amankan Lokasi Penembakan 31 Pekerja di Trans Papua
TNI-Polri Amankan Lokasi Penembakan 31 Pekerja di Trans Papua

Indolah.com – TNI-Polri Amankan Lokasi Penembakan 31 Pekerja di Trans Papua, Pembangunan infrastruktur Trans Papua menemui hambatan. Hal tersebut disebabkan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menembaki 31 pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua.

Proyek jembatan itu di Kali Yigi serta Kali Aurak, Kabupaten Nduga. Proyek ini dikerjakan PT Istaka Karya.

Atas peristiwa itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengadakan konferensi pers tempo hari. Dalam pertemuan wartawan ini, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menginformasikan proyek pembangunan jembatan di Segmen 5 menghubungkan Wamena-Mamugu dihentikan sementara.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menyebutkan 154 personel gabungan dari TNI serta Polri sudah di kirim untuk mengamankan tempat penembakan pekerja proyek jembatan di jalan Trans Papua. Moeldoko ingin warga setempat merasakan aman.

“154 TNI-Polri di kirim untuk pemulihan. Kita tidak mau warga disana merasa keadaan tidak menentu. Terasa tidak aman dan nyaman,” kata Moeldoko pada wartawan di kantornya, Jalan Veteran, Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Diluar itu, Moeldoko minta tiap-tiap proyek yang ditangani di daerah rawan di Papua dijaga aparat keamanan. Perihal ini supaya pengerjaan proyek tidak terganggu.

Baca Juga : Nama Jalan Kedubes Saudi di AS Akan Diganti Jadi Jamal Khashoggi

“Pembangunan tetep berjalan perlu dikawal di daerah yang tidak aman. Perusahaan kontraktor atau BUMN butuh pengawalan TNI-Polri supaya pembangunan tetap berjalan dengan baik,” kata Moeldoko.

Menurut Moeldoko, pembangunan di Papua tidak bisa berhenti. Hal ini menjadi bentuk perhatian pemerintah untuk pembangunan Papua.

“Usaha pemerintah Jokowi untuk segera samakan kondisi pemerataan pembangunan ini tidak kenal situasi. Walaupun kita diganggu, ini kebutuhan besar penduduk Papua,” kata Moeldoko.

Buat Moeldoko, pembangunan dapat merubah kerawanan kawasan. Termasuk juga di tempat peristiwa di Kabupaten Nduga.

“Masih tetap merah (rawan), karena itu Pak Presiden membuka akses, mudah-mudahan daerah jadi tumbuh, tidak terisolasi. Mudah in-out orang. Kesejahteraan bertambah. Jika berubah, tingkat keamanan ikut berubah,” kata Moeldoko.

(Visited 10 times, 1 visits today)