Turis Inggris Klaim Dimintai Uang Saat Evakuasi Gempa NTB

0
251
Turis Inggris Klaim Dimintai Uang Saat Evakuasi Gempa NTB
Turis Inggris Klaim Dimintai Uang Saat Evakuasi Gempa NTB

Indolah.com – Turis Inggris Klaim Dimintai Uang Saat Evakuasi Gempa NTB, Katy Flay (33), seorang warga Inggris, menyampaikan otoritas setempat pernah minta sejumlah uang pada dia serta beberapa turis yang lain yang ingin menaiki perahu untuk dievakuasi keluar Gili Trawangan setelah gempa berkekuatan 7 skala richter mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu (5/8).

“Kami berusaha menaiki perahu-perahu itu. Perahu-perahu yag masih sebagian kosong itu justru pergi karena kami harus mempunyai tiket sebelum menaikinya,” kata Flay kepada saudaranya seperti dilansir The Guardian, Senin (6/8).

Flay menyampaikan dia bersama dengan pasangannya Stef (29) tengah liburan di pulau itu waktu gempa mengguncang pada Minggu malam.

Tidak hanya kebingungan, Flay menyampaikan kericuhan sempat juga terjadi saat beberapa turis menanti untuk dievakuasi keluar pulau memakai perahu milik otoritas setempat.

“Perahu tidak berlaku buat semua orang, cuma beberapa orang dipilih. Beberapa orang mulai berkelahi antara satu dengan yang lain,” tuturnya menambahkan.

Pengalaman tidak menyenangkan turut dihadapi Simon asal London yang tengah liburan bersama dengan istrinya di Gili Trawangan.

Simon, yang memilih tidak untuk memberi identitas selengkapnya, menyampaikan dia bersama dengan istrinya tengah menyantap makan malam waktu gempa berlangsung.

“Dalam beberapa menit guncangan merubah pulau itu jadi gelap gulita karena listrik terputus dan Anda cuma dapat dengar teriakan serta jeritan dalam kegelapan,” papar Simon.

Simon menyampaikan dia bersama dengan turis-turis yang lain sangat terpaksa tidur di tepi pantai karena cemas akan ada gempa susulan terjadi dan sekalian menanti perahu yang dapat membawa mereka keluar dari pulau.

Baca Juga : Anggota Dewan dan Pegawai Honorer Diduga Pesta Seks di Gedung Parlemen

Akan tetapi, Simon mengeluhkan sistem tanggap darurat otoritas setempat yang dipandang tidak terkoordinasi dengan baik sehingga membuat banyak turis kebingungan di tengah bencana.

“Kami habiskan malam di pantai dan pada pagi hari kami pergi ke pelabuhan. Respons betul-betul tidak terkoordinasi, ada beberapa ratus orang ada di sekitar dermaga. Perahu-perahu datang ke tempat berlainan, dan itu betul-betul gratis untuk semua. Tetapi pada akhirnya kami berhasil naik perahu dari lombok dengan mengeluarkan beberapa biaya,” papar Simon.

Pemerintah Indonesia pastikan evakuasi gratis dengan kapal milik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Tidak hanya kapal Basarnas, ada dua kapal komersial, di mana penumpangnya mesti membayar tiket.

“Pemerintah melalui Basarnas mempersiapkan evakuasi gratis memakai kapal punya Basarnas. Tetapi ada pula dua kapal komersial yang beroperasi. Kalaupun ada yang pilih memakai kapal ini, mungkin mereka dimintai biaya tiket,” kata Lalu Muhammad Iqbal Songell, Ketua Tim Help Desk Kementerian Luar Negeri untuk WNA (Foreign Visitor Help Desk), Selasa (7/8).

Kemlu menolong evakuasi WNI di tiga pulau Gili di Lombok yang terkena dampak gempa NTB. Bekerja bersama dengan Basarnas serta masyarakat lokal Gili telah mengevakuasi lebih dari 350 orang, sekitar 90 persennya merupakan WNA.

Tim Penanganan WNA sudah lakukan usaha evakuasi dari bangsal sejak mulai Minggu siang (6/8).

Kemlu RI terima lebih dari 70 permohonan pertolongan WNA selama dua hari terakhir. Termasuk juga permintaan pertolongan dari Kedubes Inggris, Perancis, Italia, Finlandia, Spanyol, Jepang, Ceko, Portugal, dan lain-lain.

Nomor Foreign Visitors Help Desk Kemlu (+62 878-6412-4151) juga terima permintaan pertolongan secara langsung dari relasi para WNA dari negara Jerman, Inggris, AS, Belgia, Spanyol, Portugal, Jepang, Perancis, Yunani, Belanda, Oman, Kuwait.

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM mencatat sedikitnya 1. 870 turis asing dilaporkan sudah dievakuasi keluar dari Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno per Selasa (7/8). Sekurang-kurangnya 230 gempa susulan tercatat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

(Visited 31 times, 1 visits today)