Twitter Blokir Konten Porno di Aplikasi Vine

0
749

Indolah.com – Jakarta Vine, layanan video-sharing  berdurasi 6 detik milik Twitter secara resmi melarang semua konten seksual muncul di layanannya. Langkah ini diambil karena banyaknya konten porno yang diunggah ke layanan berbagi video miliknya.
Twitter mengumumkan perubahan aturan ini di situsnya. Pemberitahuan juga akan dikirim ke akun para pengguna Vine jika konten yang diunggahnya mengandung konten seksual. Vine nantinya akan meminta mereka untuk menghapus konten tersebut.

Namun demikian, konten seksual tetap akan diperbolehkan ada jika video klip tersebut merupakan video dokumenter, atau video itu digunakan untuk tujuan pendidikan. Video klip menyusui masih diperbolehkan.
Konten bernada seksual juga masih diperbolehkan, misalnya vide menari dengan gerakan sugestif asalkan orang-orang dalam video itu berpakaian. Aturan baru ini hanya melarang konten video berisi adegan seks, aksi seks dengan bantuan sex toy dan animasi grafis seksual.

Beberapa hari setelah diluncurkan pada Januari 2013 lalu, Vine banyak diserbu konten porno secara eksplisit. Bahkan video porno pernah masuk ke bagian “Editor’s Picks“, yang merupakan video-video pilihan editor.
Video itu kemudian dihapus, dan Twitter meminta maaf atas kesalahan itu. Twitter lalu melabeli layanannya hanya untuk orang dewasa, dengan mengubah aturan usia minimum pengguna Vine dari 12 tahun menjadi 17 tahun ke atas. Sejak saat itu Twitter berupaya melakukan berbagai upaya untuk memblokir keberadaan video porno.

(Visited 105 times, 1 visits today)