Unik! Ada Awan Yang Berbentuk Asap Cerutu di Kota Australia

0
75

Unik! Ada Awan Yang Berbentuk Asap Cerutu di Kota Australia

Indolah.comUnik! Ada Awan Yang Berbentuk Asap Cerutu di Kota Australia. Australia adalah rumah buat salah satunya kejadian meteorologi sangat langka dalam dunia, mungkin masih tetap dikit orang yang mendengarnya. Kejadian meteorolgi yang disebut ialah pembentukan awan yang diketahui dengan nama “morning glory”. Awan ini berupa asap cerutu yang panjangnya dapat sampai 1.000 kilometer.

Uniknya, awan morning glory cuma dapat disaksikan dalam suatu kota yang terdapat di seputar teluk Carpentaria, barat laut Queensland, cuma pada bulan September sampai November.

Kalau Anda mengira ini ialah lubang transportasi alien, mungkin pikiran itu mesti dibuang jauh. Masalahnya ini ialah kejadian alami yang belum juga jelas didapati bagaimana terciptanya.

“Apakah yang mengakibatkan awan ini panjang serta aneh belumlah ada yang dapat pastikan,” catat NASA di situs APOD pada 2009.

Baca juga : Soyanggang Skywalk, Jembatan Unik Yang Ada di Korea Selatan

Selama ini yang baru didapati ialah keadaan cuaca disana. Bentuk awan menggulung yang ikonik itu mungkin dikarenakan penurunan suhu, lonjakan desakan, serta angin laut yang kencang.

Dikarenakan oleh ke-3 hal tersebut, hawa di seputar tepian awan depan berjalan secara cepat sesaat hawa dibagian belakang alami penurunan hingga menggulung awan jadi berupa silinder yang rapi. Dilansir dari Science Alert, Senin (31/12/2018), 10 awan semacam ini dapat melewati langit di satu waktu serta memanjang seputar 2 km. diatas tanah.

“Awan berupa tabung yang panjang, horisontal, serta bersikulasi mungkin tercipta waktu hawa yang mengalir itu lembab serta dingin, lalu berjumpa susunan inversi, susunan atmosfer dimana suhu hawa bertambah dengan atipikal dengan ketinggian,” catat NASA.

“Awan tabung serta hawa di sekelilingnya bisa mengakibatkan turbulensi beresiko buat pesawat,” sambung NASA.

Awan morning glory mempunyai kecepatan 10 sampai 20 mtr./detik atau seputar 60 km./jam untuk menumbuhkan awan baru di ujungnya.

Akan tetapi, beberapa pakar belum juga seutuhnya mengerti keadaan cuaca yang berefek pada awan. Pembentukannya dihubungkan dengan kelembapan hawa di daerah itu serta angin laut kuat yang melewati Teluk Carpentaria tiap-tiap musim semi pada akhir September sampai awal November.

(Visited 18 times, 1 visits today)