Unik! Di Kepulauan Micronesian Ini Memakai Batu Sebagai Mata Uang

0
73
Unik! Di Kepulauan Micronesian Ini Memakai Batu Sebagai Mata Uang
Unik! Di Kepulauan Micronesian Ini Memakai Batu Sebagai Mata Uang

Indolah.comUnik! Di Kepulauan Micronesian Ini Memakai Batu Sebagai Mata Uang. Sebagian salah satunya memakai kertas atau kepingan logam kecil hingga gampang ditempatkan di tas, dompet maupun saku. Tapi di satu pulau yang terdapat di Samudra Pasifik mempunyai mata uang yang unik serta di luar sangkaan beberapa orang.

Orang-orang Yap dari Kepulauan Micronesian mulai memakai batu berpentuk kepingan koin. Walau kepulauan Mikronesia lainnya umum memakai dolar AS, tapi kebudayaan tukar-menukar serta transaksi di pulau Yap dapat disebut telah ada mulai sejak beratus-ratus tahun yang kemarin.

Uniknya, batu-batu yang mereka pakai bukanlah berbentuk kepingan kecil yang dapat digenggam. Tetapi perlu beberapa orang untuk mengangkat batu itu. Berat batu dapat bermacam, terdapat banyak salah satunya mempunyai berat sepadan dengan mobil. beberapa ratus koin batu ini menyebar luas di kepulauan. Jumlahnya sudah menjangkau 13 ribu piringan batu.

” Ada seseorang navigator yang memberitahu anak buahnya untuk mengukir batu itu berbentuk ikan. Namun waktu lihat ke arah bulan purnama, batu itu mengingatkannya pada warna bulan, ” tutur Dr. Scott Fitzpatrick, Professor Asosiasi Antropologi di Kampus Oregon menerangkan asal mula mengenai bongkohan batu di Yep yang jadikan jadi mata uang.

Baca Juga : Unik! Kakek Ini Selamatkan Jutaan Bayi di Australia Hanya Dengan Donor Darah

Lihat batu itu indah serta bercahaya. sang navigator lalu menyuruh anak buahnya untuk mengukir baru kedalam bentung seperti cakram. Kemudian, ia juga memerintahkan anak buahnya untuk melubangi ukiran batu itu di bagian tengah agar gampang dibawa.

Tidak butuh saat lama. cakram batu itu lalu diliat jadi bentuk mata uang di Yap. Ada satu narasi yang mengatakan kalau seseorang awak sempat membawa batu itu saat kapal tengah dirundung badai besar.

Sayangnya batu itu pada akhirnya terbenam di basic laut karna begitu berat. Batu bernilai itu lalu di beri tahu oleh beberapa awak kapal pada masyarakat pulau. Lihat kepingan batu itu bagus, keluarga yang sukses mengangkat batu tersebutdari laut pada akhirnya berpindah jadi pemiliknya.

Karna batu itu begitu berat, jadi satu resiko besar untuk nekat mengubahkannya. Oleh karenanya, umumnya batu cuma dbiarkan saja namun pemilknya dapat beralih tangan.

Di bagian beda, mereka sesungguhnya tidak memakai batu itu jadi mata uang keseharian. Umumnya mereka memakai mata uang batu jadi bentuk transaksi perlu mencakup mahar pernikahan sampai menukarkan jadi makanan bila seaindainya dalam kondisi yang berlebihan.

(Visited 146 times, 1 visits today)