Unik! Di Kota Jepang Terdapat Desa Yang Dihuni Orang-Orangan Sawah

0
114
Unik! Di Kota Jepang Terdapat Desa Yang Dihuni Orang-Orangan Sawah
Unik! Di Kota Jepang Terdapat Desa Yang Dihuni Orang-Orangan Sawah

Indolah.comUnik! Di Kota Jepang Terdapat Desa Yang Dihuni Orang-Orangan Sawah. Desa Nagoro, suatu desa terpencil yang terdapat jauh di pegunungan di selatan Jepang adalah daerah yang sempat ditempati beberapa ratus masyarakat. Tetapi sekarang ini, desa itu cuma berpenghuni 35 warga serta orang-orangan sawah yang banyaknya 3x lipat di banding dengan masyarakat desa itu.

Orang-orangan sawah yang “menempati” desa itu bukan sekedar diletakkan di sawah untuk mengusir burung-burung yang bisa mengakibatkan kerusakan padi, seperti biasanya. Tetapi, juga diletakkan di beberapa ruangan umum, seperti di halaman tempat tinggal, persimpangan jalan, pertokoan, halte bus serta beberapa tempat yang lain yang umum dipadati warga.

Seperti di beritakan media Jepang, Nippon. com, orang-orangan sawah yang di buat oleh Tsukimi Ayano, 65 th., ditempatkan di beberapa tempat strategis untuk ganti kehadiran masyarakat desa yang sudah wafat atau geser.

“Orang-orangan sawah itu mengingatkan saya pada saat lalu, saat banyak warga tetap hidup serta sehat. Wanita tua ini kerap bertandang sambil minum teh. Sedang pria itu kerap menceritakan sambil menenggak sake, ” kata Ayano, sambil menunjuk orang-orangan sawah yang dibuatnya.

Pada umur 65 tahun, Ayano yaitu satu diantara masyarakat desa termuda di desa Nagoro. Ayano yang pada awal mulanya tinggal di Osaka mengambil keputusan untuk kembali pada kampung halamannya untuk melindungi ayahnya yang sudah berumur 85 th..

Kondisi yang menyedihkan itu berlangsung disebabkan meningkatnya angka kematian, rendahnya angka kelahiran serta berkurangnya jumlahnya warga umur produktif; beragam permasalahan yang saat ini tidak cuma menerpa Nagaro, namun juga Jepang dengan cara keseluruhnya.

Persolaan depopulasi memanglah jadi satu diantara permasalahan paling utama di Jepang. Kian lebih 10 ribu kota serta desa di Jepang alami depopulasi, menyebabkan beberapa ribu tempat tinggal serta infrastruktur hancur lantaran tidak terpakai.

Baca juga : UNIK! Mobil Tua ini Menjadi Hotel Terkecil di Dunia

Desa Nagaro, yang sempat memperoleh julukan ” tempat tinggal di langit “, saat ini tidak gantinya seperti kota hantu tidak berpenghuni, daerah yang seperti terjerat dalam mesin waktu lantaran tidak ada pembangunan baru.

Hanya satu jalan paling utama di desa itu tampak kosong. Pertokoan serta beberapa ratus tempat tinggal ditutup dengan cara permanen.

Sekolah basic juga sudah ditutup mulai sejak dua th. lalu, lantaran tidak ada siswa.

Saat Ayano kembali pada desa itu 13 th. lalu, dia berusaha untuk bertani. Tetapi, lantaran takut tanaman lobaknya dikonsumsi burung, dia juga mulai bikin orang-orangan sawah.

Mulai sejak ini, munculah inspirasi untuk bikin desa itu “kembali berpenghuni”.

Sampai sekarang ini, ada beberapa ratus orang-orangan sawah, dengan beragam ekspresi, type kelamin serta umur, menyebar di semua penjuru desa Nagoro, yang saat ini jadikan satu diantara tempat wisata di Jepang.

” Tanpa ada orang-orangan sawah, pengunjung bakal melalui desa itu, seolah itu desa mati. Saat ini, mereka singgah, sekurang-kurangnya untuk memphoto orang-orangan sawah, ” kata Ayano.

Populasi Jepang mulai alami penurunan pada th. 2010 dari jumlag 128 juta orang. Tanpa ada penambahan angka kelahiran atau kesibukan imigrasi yang masif, diprediksikan populasi di negeri sakura itu bakal turun jadi 108 juta orang pada th. 2050, serta jadi 87 juta pada 2060.

Ketika ini, empat dari 10 Jepang bakal berusia kian lebih 65 th., atau sudah melalui saat produktif.

(Visited 40 times, 1 visits today)