Unik! Wanita Suku Mosuo Ini Bebas Memilih Pasangan Seksualnya

0
262

Unik! Wanita Suku Mosuo Ini Bebas Memilih Pasangan Seksualnya

Indolah.comUnik! Wanita Suku Mosuo Ini Bebas Memilih Pasangan Seksualnya. Suku Mosuo yang menempati kaki Gunung Himalaya, di lembah Yunnan, barat daya China, berpedoman skema sosial yang unik. Salah satunya di antara kekhasan itu ialah mereka tidak kenal skema pernikahan.

Suku Mosuo menjalankan skema walking marriage atau axia, yaitu pernikahan berjalan. Tujuannya, beberapa wanita Suku Mosuo dapat bebas pilih pasangan seksualnya, tak perlu ada ikatan pernikahan.

Dalam realisasinya sendiri saat wanita telah dipandang dewasa dengan seksual, mereka akan dikasihkan kamar pribadi. Setelah itu wanita Mosuo akan ‘mengundang’ pria yang disukai untuk tidur bersamanya.

Pasti, wanita Suku Mosuo dapat ajak lelaki yang berlainan pada tiap-tiap peluang. Nanti, lelaki itu akan tiba sesudah senja serta pergi sebelum matahari keluar. Dalam kata lainnya, wanita suku Mosuo dapat bertukar ‘suami’ tiap-tiap malam.

Baca juga : Tanbo Art, Seni Melukis dengan Media Sawah di Jepang

Saat kedua-duanya tengah lakukan jalinan tubuh, sang pria mesti menempatkan topi di pegangan pintu kamar wanita. Perihal ini menjadi sinyal supaya pria lainnya tidak masuk ke kamar.

Sang anak tidak di besarkan oleh ke-2 orangtua dengan bersamanya. Sang ibulah yang akan menjaga anaknya dengan pertolongan saudara kandungannya. Sesaat sang bapak tidak ada tanggung jawab untuk memberikan nafkah, tinggal bersama dengan, serta mendidik anaknya.

Tidak hanya anak yang lahir dari bapak berlainan, skema ini pula membuat sang anak tidak tahu siapa ayahnya.

Beberapa sumber mengatakan jika skema ini tercipta saat beberapa wanita ditinggal suami yang berdagang di jalan sutera dari China ke India. Beberapa istri terasa sakit hati sebab ditinggal demikian lama serta pada akhirnya mereka pilih untuk walking marriage.

Sesaat arkeolog memiliki pendapat jika axia adalah salah satunya peninggalan riwayat yang datang dari keadaan pernikahan di jaman dahulu. Peluang pria Mosuo dulunya ialah pedagang yang melakukan aktivitas di daerah yang jauh serta tidak bisa dengan keluarga untuk waktu yang lama, hingga membuat deskripsi atas pernikahan di suku Mosuo jadi hilang.

Walau telah berjalan, dalam tulisannya, Marie Claire mengatakan jika beberapa wanita Mosuo dari generasi yang lebih muda pun mengidamkan pernikahan dengan ikatan. Hidup bersama dengan pasangan dibawah satu atap seperti pasangan biasanya.

(Visited 188 times, 1 visits today)