Valentino Rossi Juara Reli di Monza Rally Show Untuk Ketujuh Kalinya

0
104

Valentino Rossi Juara Reli di Monza Rally Show Untuk Ketujuh Kalinya

Indolah.comValentino Rossi Juara Reli di Monza Rally Show Untuk Ketujuh Kalinya. Valentino Rossi, rider asal italia, tidak cuma ahli meningkatkan roda dua di arena MotoGP. Dia ikut jago beradu balap dengan kendaraan roda empat. Ia barusan memberikan bukti dalam Monza Rally Show dengan mengukuhkan titel juara untuk ke-7 kalinya di akhir minggu kemarin.

Reli ini diselenggarakan saat tiga hari serta selesai pada Ahad kemarin. Rossi jadi pemenang gelaran tahun ini sesudah mencatatkan keseluruhan waktu terunggul. Rider asal Italia itu sukses melalui rekor lima kemenangan punya Rinaldo Capello serta rider legenda lainnya, seperti Sebastien Loeb serta Robert Kubica.

Dengan kemenangan paling akhir ini, Rossi sudah jadi rider paling cepat 4x beruntun. Ia sudah menghimpun titel juara dari 2006, 2007, 2012, 2015, 2016, 2017, sampai 2018 saat ikuti reli ini semenjak 1998.

Rossi, yang dalam MotoGP musim ini cuma finish di tempat tiga klassemen akhir, malah berjaya dalam balap reli dengan mengungguli Teemu Suninen—pembalap profesional Kejuaraan Reli Dunia (WRC)—yang mesti senang ada di tempat ke-2. Juara dunia tujuh kali MotoGP itu memakai mobil yang sama dengan edisi awal mulanya, yaitu Ford Fiesta WRC dengan mesin turbo 1,6 liter.

Rossi bukan hanya satu rider roda dua yang ikuti kejuaraan ini. Ada pula juara dunia MXGP sembilan kali, Tony Cairoli, serta legenda Supercross, Chad Reed. Ke-2 rider top itu mengendarai Hyundai NG i20.

Kedatangan Rossi dalam balapan ini pasti mengisap perhatian penggemarnya. Lebih, ia tengah jadi sorotan sebab prestasinya yang turun dalam pertandingan MotoGP 2018. Keberhasilan dalam Reli Monza mungkin dikit melupakan keterpurukannya di MotoGP 2018, yang tiada kemenangan dalam 25 balapan pada musim ini.

Baca juga : Shubhankar Sharma Datang Sebagai Pegolf Nomor Satu Asia Tour

Rossi menjelaskan, musim depan masih tetap berat. Dalam tes di Valencia serta Jerez, Rossi serta rekanan setimnya, Maverick Vinales, sudah menjajal dua detail mesin berlainan dari Yamaha. Baik Rossi ataupun Vinales pada akhirnya pilih mesin dengan kelebihan engine brake, sama dengan detail mesin 2016.

Cuma, Rossi nampaknya belum juga senang dengan perform kendaraan barunya. “Saya perasaan permasalahan yang kami punya sekarang ini ialah mesin baru tidak merubah karakter sepeda motor. Kami mesti meningkatkannya,” kata rider 39 tahun itu.

Bos Yamaha, Massimo Meregalli, menjelaskan kekalahan Rossi memang cukuplah culit di terima walau team Yamaha masih tetap dapat mengharap pada rekanan satu timnya, Vinales, yang sudah sempat naik tribune paling tinggi di Phillips Island, Australia.

“Ini susah untuk kebanyakan orang di Yamaha. Seperti yang saya jelaskan awal mulanya, kami betul-betul kerja keras serta mungkin lebih dari apakah yang bisa Anda lihat,” katanya. “Kami tetap berupaya memberikan rider suatu yang terunggul, dengan suatu untuk memenangkan balapan.”

Permasalahan Rossi serta Vinales datang dari mesin yang agresif serta skema elektronik sepeda motor yang belumlah kerja dengan benar. Keadaan itu, menurut Meregalli, memberi ganjalan buat dua rider itu dalam meningkatkan kendaraannya.

Bicara mengenai kendaraan untuk musim depan, YZR-M1, Meregalli mengatakan sudah melakukan perbaikan permasalahan “mendasar” dalam kendaraan mereka serta mengharap dapat mengujinya pada tes pramusim di Sepang tahun kedepan. “Kami fikir, elektronik bukan hanya satu titik dimana kami melawan kesusahan, tetapi ikut ciri-ciri mesin semakin lebih mulus tahun kedepan.”

(Visited 17 times, 1 visits today)