Viral Informasi Hoax Terkait Tewasnya Tahanan Polres Subang

0
400
Viral Informasi Hoax Terkait Tewasnya Tahanan Polres Subang
Viral Informasi Hoax Terkait Tewasnya Tahanan Polres Subang

Indolah.com – Viral Informasi Hoax Terkait Tewasnya Tahanan Polres Subang, Kasus penganiayaan Ade Diding hingga tewas viral di media sosial sejak beberapa hari lalu serta banyak beredar informasi hoax terkait kasus kemnatian tahanan di Mapolres Subang tersebut.

Tidak terlepas dari viralnya masalah tersebut di sosial media Facebook serta Twitter karena akun-akun itu memposting foto-foto ‎kondisi Ade tengah dirawat, dan meme bergambar tewasnya dianiaya serta dimintai uang oleh polisi.

Diluar itu, yang sangat mencolok merupakan foto surat anak Ade Diding yang diperuntukkan pada Presiden Joko Widodo.

Postingan-postingan berbentuk foto serta meme ini juga diser‎tai keterangan rangkaian peristiwa dengan mengatasnamakan istri Ade Diding, Acu Kartini.

Pencarian di Facebook dengan menulis kata kunci ” Ade Diding ” di kolom penelusuran Facebook, banyak akun yang memposting unggahan foto serta meme itu.

Dari 10 akun Facebook yang memposting kasus Ade, sebut saja akun Efan Arch, Phiong Tea, Rizma Tifany Lim, Jack Sparrow, Putra Aksara, Zahran Fahran, Alif Batara, Wardhatul Janah, Firdiansyah Syah serta Taufiq.

Akun-akun Facebook itu memposting masalah Ade rata-rata pada 14 Juli.

Pencarian selanjutnya pada akun-akun itu, pantauan di lini saat mereka sering memposting tagar 2019GantiPresiden. Polres Subang telah menyelidiki terkait masalah tersebut.

Baca Juga : Mariia Butina Didakwa Jadi Agen Rusia dan Terancam 15 Tahun Penjara

Dari beberapa fakta yang ditemukan polisi, Ade diduga meninggal sesudah dianiaya tahanan yang lain karena tidak dapat menyerahkan uang yang diminta.

Hanya saja, akun-akun yang memposting kasus Ade itu malah merubah kenyataan yang diketemukan polisi, jika Ade meninggal sesudah dianiaya serta dimintai uang oleh anggota Polri.

Kapolda Jawa barat Irjen Agung Budi Maryoto membantah keras semuanya tuduhan-tuduhan itu.

“Itu hoax. Kapolres Subang telah menjumpai istrinya serta mengungkap fakta-fakta temuannya. Telah ada 13 tahanan yang telah diputuskan terduga,” kata ‎Agung di Mapolda Jawa barat, Kamis (19/7/2018).

Untuk menindaklanjuti info hoaks itu, ia memberikan instruksi Unit Cyber Ditreskrimsus Polda Jawa barat untuk mengusut masalah hoaks itu.

‎ “Tim Cyber sedang telusuri siapa yang sebarkan pertama-tama, nanti dapat terlacak sendiri,” tutur Kapolda.

Berkaitan viralnya masalah itu, Acu mengakui tidak merasa mengirim surat itu ke orang no satu di Indonesia itu.

“Saya tidak merasa mengirim surat itu ke Pak Jokowi. Saya tidak paham siapa yang pertama-tama menyebarluaskan hal tersebut,” kata Acu saat ditemui di tempat tinggalnya, Perumahan Cigadung, Cigadung, Subang, Selasa (17/2018).

Ia meminta pada beberapa netizen untuk tidak lagi menyebarluaskan hal itu. Termasuk juga apa pun tentang berita kematian suaminya itu.

Bahkan juga, dengan cara pribadi, atas ramainya pembicaraan tentang viralnya surat itu, ia mohon maaf pada pihak kepolisian.

“Saya pribadi mohon maaf pada keluarga besar Polri, terutamanya Polres Subang lantaran menyebarluasnya kesimpang siuran berita ini,” katanya.

(Visited 38 times, 1 visits today)